Sabtu, 27 Mei 2017

5 NEGARA INI DORONG WARGANYA UNTUK BERHUBUNGAN SEKS


OKEKIUKIU - Demografi menyarankan bahwa negara membutuhkan tingkat kelahiran lebih daru dua anak per keluarga. Hal tersebut bertujuan untuk memenuhi 'replacement fertility' atau tingkat di mana kelahiran baru mengisi ruang kosong akibat kematian.

Namun karena faktor budaya dan ekonomi, hanya separuh dari 224 negara di dunia yang bisa mencapai replacement fertility.

Bagi negara yang tak dapat mencapai hal tersebut, pemerintahnya mendorong masyarakatnya untuk berhubungan seks agar menghasilkan banyak keturunan. Pemerintah pun menggunakan sejumlah strategi untuk mendorong hal tersebut, mulai dari hal-hal yang sangat eksplisit hingga benar-benar aneh.

Berikut ini adalah 10 negara yang mendorong masyarakatnya untuk berhubungan seks.

1. Denmark
Negara kecil di Eropa Barat ini memiliki tingkat kelahiran yang sangat rendah, yakni 1,73 anak per perempuan. Hal itu membuat perusahaan Denmark, Spies Rejser, membuat promosi menarik untuk meyakinkan perempuan untuk hamil.

Spier Rejser menawarkan untuk memberi persediaan untuk bayi selama tiga tahun bagi pasangan yang menghasilkan 'buah cinta' saat liburan, asalkan liburan itu dipesan melalui Spies Rejser.

Selain itu, ada juga video kampanye seksi berjudul 'Do it for mom', yang mendorong pasangan agar memiliki anak yang menjadi hadiah berupa cucu bagi orangtua.


BACA: Pasangan Ini Tertangkap Basah Bercinta Di Tempat Umum

2.Rusia
Rusia saat ini mengalami bencana demografis, di mana para prianya meninggal di usia muda dan perempuannya tak memiliki bayi. Masalah itu menjadi makin buruk sehingga pada 2007 Rusia mendeklarasikan 12 September sebagai 'Hari Pembuahan'. Pada hari itu, orang-orang diliburkan agar dapat fokus untuk menghasilkan anak.

Perempuan yang melahirkan tepat sembilan bulan kemudian, yakni 12 Juni, mendapat hadiah lemari pendingin.

3. Jepang
Angka kelahiran jepang berada di tingkat sangat rendah sejak 1975. Dalam upaya mengakhiri hal tersebut, pada 2010 sebuah kelompok mahasiswa dari University of Tsukuba memperkenalkan Yotaro, yakni robot bayi yang memberikan gambaran soal menjadi orangtua.

Mahasiswa itu berteori, jika sesorang mulai berpikir untuk menjadi ayah dan ibu, makan secara emosional mereka akan mewujudkannya menjadi kenyataan.

4. Singapura
Singapura merupakan negara dengan tingkat kelahiran terendah di dunia, dengan hanya 0,81 anak per wanita. Pada 9 Agustus 2012, Pemerintah Singapura menggelar National Night, yakni acara yang disponsori oleh perusahaan penyegar mulut untuk mendorong pasangan agar memiliki anak.

Negara tersebut juga membatasi apartemen kecil satu tempat tidur untuk mendorong warganya agar tinggal bersama. Setiap tahunnya, Pemerintah Singapura menghabiskan sekitar US$ 1,6 miliar untuk program yang mendorong warganya agar berhubungan seks.

5. Turki
Setiap orangtua baru di Turki menerima sekitar US$ 130 untuk kelahiran anak pertamanya, US$ 170 untuk anak kedua, dan US$ 260 untuk anak ketiga. Kebijakan tersebut sejalan dengan tujuan Presiden Erdogan yang mendorong masing-masing keluarga untuk memiliki setidaknya tiga anak.

Pada 2015, ketika kebijakan itu diumumkan, Perdana Menteri Davutoglu mengungkap keuntungan lain bagi ibu bekerja, seperti bekerja paruh waktu namun mendapat gaji penuh.