Selasa, 16 Mei 2017

RIBUAN WARGA INDONESIA DI AUSTRALIA GELAR AKSI DUKUNG AHOK

OKEKIUKIU - Sebagian warga Indonesia di Australia di Perth, Canberra, Sydney dan Melbourne berkumpul menyatakan solidaritas untuk Gubernur Jakarta (non aktif) Basuki Tjahaja Purnama yang dijatuhi hukuman penjara dua tahun dalam kasus penodaan agama.

Aksi ini paling banyak diikuti warga Indonesia yang tinggal di Sydney diperkirakan sekitar 2.000 orang hadir di Botanical Gardens.

Warga berkumpul untuk berdoa bersama selama dua menit dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum membubarkan diri.

Donny Verdia adalah salah seorang yang hadir bersama istri, kedua anak dan mertuanya dalam acara ini.

"Saya datang karena saya ingin memberi dukungan kepada Indonesia, lebih dari sekadar Ahok, untuk tetap berbhineka, ber-Pancasila dan mempertahankan kesatuan negara NKRI," katanya.

Sebagian dari mereka setelah menyatakan solidaritas untuk Ahok, mendatangi Satay Festival sebuah ajang yang sudah 27 tahun diselenggarakan warga Indonesia di negara bagain Victoria.

BACA: Vonis 2 Tahun Ahok Jadi Sorotan Dunia

Salah satu yang hadir adalah Putu Laxman Pendit, yang memberikan orasinya di depan mereka yang hadir.

Selain menyampaikan simpatyi kepada Ahok, Putu mengatakan, dia juga prihatin sebab berbagaia pilkada yang diselenggrakan serempak di Indonesia akan menjadi apa yang terjadi di Jakarta sebagai panutan.

"Marilah kita lanjutkan, secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama, upaya mencegah terjadinya hal serupa ke Ahok-Ahok yang lain di masa depan. Apa yang dialami Ahok harus tidak terjadi lagi di masa mendatang," kata Putu.

Tidak lama lagi, akan ada Pilkada serentak di Indonesia, dan Pilkada Jakarta tidak boleh jadi contoh apalagi panutan," lanjutnya.

Di ibu kota Australia Barat, Perth, diperkirakan sekitar 1.000 orang WNI berkumpul di Sir James Mitchell Park mengenakan pakaian berwarna merah putih.

Salah seroang yang hadir Lidya Mclure mengatakan alasan keikutsertaannya dalam acara itu.

"Karena saya ingin NKRI tetap bersatu tidak bisa dipecah biar pun kita berbeda tapi tetap satu," katanya.

Sementara itu, Achmad Room Fitrianto, salah seorang mahasiswa di Perth mengatakan baginya Ahok adalah simbol perlawanan terhadap pemerintah yang tak benar, simbol kebhinekaan, simbol keberanian, simbol yang bisa membangkitkan gairah untuk berpartisipasi dalam membangun negeri.