Jumat, 14 Juli 2017

JOKOWI ANGKAT BICARA TENTANG TIGA CALON IBU KOTA NEGARA


OKEKIUKIU - Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara soal wacana pemindahan ibu kota. Pernyataan Jokowi disampaikan lewat akun Twitter resminya.

"Wacana pemindahan Ibu Kota masih dalam tahap kajian. Perlu kalkulasi matang agar benar-benar bermanfaat -Jkw," tulis Jokowi, melalui akun Twitter @Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi menyebut ada tiga tempat atau tiga provinsi yang sedang dikaji sebagai ibu kota negara menggantikan Jakarta. Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam acara penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah Program Strategis Nasional Pembinaan.

"Ada tiga tempat, tiga provinsi yang masuk dalam kajian," kata Presiden Jokowi yang pada kesempatan itu sejatinya mengaku tidak mau menyinggung soal pemindahan ibu kota karena hal itu masih dalam kajian Bappenas.

BACA: Jokowi di Samping Trump Saat Foto Bersama Pemimpin Negara G20

Pemerintah masih merahasiakan provinsi yang masuk dalam kajian untuk menggantikan Jakarta. Menurut Jokowi, spekulan tanah punya kesempatan mempersulit proses pembebasan tanah.

"Kalau kami sebut tanahnya, nanti orang akan berbondong-bondong membeli tanah yang ada," ujar Jokowi.

Pemerintah kini masih menghitung detail biaya yang dibutuhkan dalam pemindahan ibu kota negara. Menurut Jokowi, butuh biaya sangat besar dalam pemindahan ibu kota negara ke tempat lain.

Sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Kompleks Istana Kepresidenan awal bulan ini mengatakan, tempat yang sedang dikaji sebagai ibu kota baru berada di 3 provinsi di Kalimantan, yaitu di Kalimantan Tengah (Palangka Raya), Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

Gubernurt Kaltim, Awang Faroek Ishak dalam kesempatan tersebut sempat mempromosikan beberapa kota yang cocok jadi ibu kota negara. Dia mencontohkan beberapa kota yang memiliki luasan lahan yang mencukupi sebagai ibu kota negara.

"Ada di Balikpapan, Bontang, Kutai, dan sebagainya," ungkap Awang.