Minggu, 02 Juli 2017

MAHASISWI DI CHINA GUNAKAN FOTO BUGIL UNTUK PINJAM UANG


OKEKIUKIU - Biasanya seorang rentenir akan meminta surat-surat berharga sebagai jaminan saat seorang nasabah meminjam uang kepadanya. Namun, rentenir di China ini meminta jaminan lain yaitu foto telanjang bagi mereka yang ingin meminjam uang dan foto itu akan disebar jika terjadi gagal bayar.

Seperti dikabarkan harian terbitan Guangzhou, rentenir ini hanya mengincar para mahasiswi yang sangat membutuhkan uang. Selain meminta foto bugil, si rentenir ini juga meminta berbagai informasi pribadi termasuk kartu tanda penduduk mereka.

Salah seorang peminjam uang, sebut saja namanya Li Li, mengatakan ia meminjam uang sebesar 500 yuan atau sekitar Rp 1 juta secara online dengan bunga 30 persen.

Entah bagaimana, utang Li Li kepada sang lintah darat membengkak hingga 55.000 yuan atau sekitar Rp 111,5 juta dalam waktu empat bulan.

Saat itulah si lintah darat menuntut agar Li Li mengirimkan foto bugilnya sebagai jaminan agar Li Li menepati pembayaran utangnya.

"Banyak mahasiswi meminjam uang dari kelompok lintah darat dengan meninggalkan foto bugil mereka kepada sang pemberi pinjaman," ungkap Li Li.

BACA: Wanita Ini Tembak Suami Demi Terkenal Di Youtube

Merasa dikerjai, Li Li berencana melaporkan masalah ini ke polisi. Dia mengatakan, banyak teman kuliahnya yang terjebak dalam perangkap ini tetapi tak mau bicara.

"Jika anda tidak membayar pada akhir bulan ini, foto akan go public," ancam pemberi pinjaman dalam grup chat. Li memberi tahu pada wartawan tentang pinjaman dan korban dari kelompok di QQ, dimana rentenir beroperasi.

Salah satu reporter dari koran Guangzhou pun berusaha menyelidiki. Ia berpura-pura sebagai mahasiswi muda dan kemudian bergabung di "chat room" yang biasa digunakan lintah darat.

Dan benar, si rentenir meminta foto bugil sebagai jaminan, selain itu juga meminta nomor ponsel, nomor KTP, alamat rumah dan nama orangtua.

Menurut China Daily, praktek pemberian pinjaman ini sudah berlangsung sejak 3 tahun terakhir dan setidaknya sudah ada 10 giga bite foto dan video gadis telanjang yang beredar.

"Setidaknya ada 167 perempuan yang terlibat, berumur antara 17-23 tahun, dan kebanyakan adalah mahasiswi," tulis China Daily.

Fenomena ini dianggap meresahkan di seluruh China. Banyak laporan tentang mahasiswi bunuh diri, tidak pulang ke rumah, atau memberikan layanan seks karena terjebak hutang.

Pemerintah China pun akhirnya bersikap. Baru-baru ini, komisi perbankan, kementrian pendidikan, dan kementrian sumber daya manusia China mengeluarkan surat edaran berisi larangan operasi pinjaman secara ilegal.