Kamis, 27 Juli 2017

PRESIDEN DUTERTE LARANG WARGA FILIPINA MEROKOK DI AREA PUBLIK

OKEKIUKIU - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengeluarkan kebijakan yang melarang warganya merokok di tempat umum ataupun di luar rumah. Kebijakan tersebut resmi ditandatangani oleh Presiden berusia 72 tahun tersebut. Meski demikian, Pemerintah Filipina menyediakan tempat khusus di lokasi-lokasi tertentu bagi warganya yang ingin merokok.

Merokok saat ini merupakan hal yang dilarang di seluruh tempat di Ibukota Filipina, Manila, Kebijakan larangan merokok ini diketahui meniru apa yang sudah dilakukan Kota Davao, yang sebelumnya dipimpin Presiden Filipina saat ini, Rodrigo Duterte.

Sebagaimana dikutip berita Filipina, orang yang melanggar aturan ini terancam hukuman empat bulan penjara dan denda sekitar Rp. 1,4 juta. Presiden Duterte sendiri diketahui merupakan seorang perokok aktif. Namun, kini dirinya telah berhenti merokok dan menginginkan warganya juga mengurangi kegiatan tidak sehat itu.

BACA: Dua Sejoli Nekad "ML" Di Dalam Kapal Boat Milik Orang Lain
BACA: Remaja Di Meksiko Tewas Setelah Dicium Pacar

Presiden Duterte memang terkenal dengan reputasi sebagai pemimpin yang tegas. Kebijakan ini juga diperkirakan akan dilaksanakan dengan ketat. Sebagaimana diketahui, Duterte sebelumnya juga menerapkan kebijakan tegas terkait peredaran obat-obat terlarang.

Rodrigo Duterte diketahui tidak segan membunuh para pelaku pengedar maupun pemakai obat-obatan terlarang tersebut. Badan Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional bahkan menyebut sekiranya 7.000 ribu orang telah tewas dalam operasi pemberantasan narkoba yang juga disebut sebagai "Operation Double Barrel".

Selain menerapkan larangan merokok di tempat umum, Duterte juga mengeluarkan larangan menyanyi karaoke pada waktu malam dan larangan mengonsumsi alkohol setelah pukul dua dini hari, meski kedua larangan ini belum diterapkan.

Filipina sudah melarang iklan rokok dan tak memperbolehkan merokok di ruangan publik yang terbuka. Dalam undang-undang juga mewajibkan produsen memuat gambar grafis tentang bahaya kesehatan akibat merokok. Gambar itu harus dicetak pada kemasan rokok.