Minggu, 06 Agustus 2017

MODEL CANTIK INI DICULIK DAN DILELANG SECARA ONLINE

OKEKIUKIU - Seorang model muda asal Inggris diduga dibius kemudian diculik dan disekap selama satu minggu, sebelum dilelang di internet sebagai budak seks.

Menurut polisi yang menangani kasus tersebut mengatakan, Model yang bernama Chloe Ayling yang berusia 20 tahun itu tiba di Milan pada tanggal 10 Juli dan akan melakukan sesi fotografi keesokan harinya.

Seseorang yang mengaku sebagai fotografer itu telah memesan sesi foto sang model melalui agen model tersebut. Namun, saat Model itu melangkah masuk ke dalam apartemen Milan, ia kemudian diserang oleh dua orang dan disuntik obat bius berupa ketamine.

Penculik model tersebut, yang kini telah diringkus polisi, membius korbannya lalu memasukan model tersebut ke dalam sebuah tas yang diletakkan di bagasi mobil, kemudian membawanya ke sebuah rumah terpencil di pedesaan Borgial, di barat laut Piedmont, Italia.

Di lokasi itulah sang penculik yang telah diidentifikasi sebagai warga Polandia bernama Lukasz Pawel Herba, 30, mengadakan lelang online model tersebut sebagai budak seks.

BACA: Guru Ini Dipecat Karena Berhubungan Dengan Murid Di Pesawat
BACA: DJ Cantik Ini Beri Pelajaran Pada Pencuri Usai Handphone-nya Diambil

Polisi telah mendakwa Herba dengan tuduhan penculikan, namun mereka masih harus melakukan pendalaman untuk dakwaan perdagangan manusia.

"Masih harus dilakukan penyelidikan tentang lelang online tersebut, ada kemungkinan itu hanya ancaman untuk memeras dana sebesar 300 ribu euro dalam bentuk bitcoin dari keluarga dan agen korban," kata Wakil Jaksa Penuntut Umum Milan Paolo Storari.

Storarti menambahkan, tidak ada pembeli yang melakukan transaksi dengan Herba, sehingga diragukan bahwa dia punya kontak yang diperlukan guna melakukan aksi tersebut. Di sisi lain, bisa jadi Herba hanya berfantasi tentang pelelangan tersebut.

"Berfantasi atau tidak, dia (Herba) adalah pria berbahaya yang membius korbannya kemudian menculik dengan memasukan korbannya ke dalam tas dan menyimpannya di bagasi mobil," papar Storari.

Lebih jauh, Storari juga menyebut Herba tidak bisa memberkan penjelasan selama interogasi yang membuat polisi menduga dia menderita gangguan mental. Selain itu, pada 17 Juli, Herba pun tiba-tiba membawa korbannya kembali ke Milan dan membebaskannya dekat Konsulat Inggris, tempat dia dibekuk petugas.

"Dia tidak membantah bahwa dia memang melakukan penculikan dan terus bersama korban sejak 11 Juli," tutur Storari.

Dari pengakuan penculik tersebut, dia melepas dan membiarkan korbannya pergi karena dia mengetahui gadis itu mempunyai anak dan menganggapnya tidak sesuai untuk perdagangan seks. Namun, pihak polisi masih meragukan pengakuan tersebut dan mengatakan kepada wartawan bahwa tidak jelas mengapa wanita tersebut dibebaskan.

"Dia mengatakan menculik seorang ibu adalah kejahatan yang dilarang kelompok kriminal online 'Black Death' dimana Herba mengklaim sebagai anggotanya," sebut Storari.

Polisi mencoba untuk menentukan apakah tersangka memiliki kaki tangan lain dan tujuan penculikan apakah hanya mengincar uang tebusan, atau mencoba menipu sesorang yang mungkin bersedia membayar uang secara online untuk model tersebut.