Minggu, 17 September 2017

DISEBUT PRABOWO PENCITRAAN, JOKOWI TETAP KIRIM BANTUAN KE ROHINGYA


OKEKIUKIU - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengirimkan bantuan untuk etnis Rohingya di perbatasan Myanmar-Bangladesh. Deputi Bidang Protokol Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, total sudah ada tiga kali bantuan kemanusiaan yang dikirimkan pemerintah Indonesia untuk para pengunsi Rakhine State tersebut.

"Hal tersebut disampaikan Direktur Tanggap Bencana BNPB Junjungan Tambunan sebagaimana dilaporkan peliput Biro Pers Rosi Imaniah dari Chittagong Bangladesh," kata Bey dalam keterangan pers.

Meski demikian, kata Bey, bantuan tersebut masih belum mencukupi, mengingat jumlah pengungsi saat ini mencapai 720 ribu jiwa. Oleh karenanya, Bey mengatakan pengiriman bantuan kemanusiaan dari pemerintah Indonesia akan terus berlanjut.

"Belum cukup. Walaupun ada juga bantuan-bantuan dari negara-negara lain," katanya.

Bantuan ketiga dikirim pada Sabtu (16/9) pagi. Pesawat Hercules A1319 dan A1316 yang membawa bantuan itu tiba siang harinya di Bandara Internasional Shah Amanat, Chittagong, Bangladesh.

Bey mengatakan, kedua pesawat tersebut membawa bantuan kemanusiaan seberat 19, 8 ton, yang terdiri dari 10 ton beras, makanan siap saji, lampu, tenda, dan selimut.

Dalam keterangan pers Bey Machmudin, perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangladesh, Eka Wiediyantiningsih, mengatakan, bantuan dari Indonesia sudah tiba di Kota Coxs Bazar, kota terdekat dengan daerah pengungsi Rakhine State.

"Untuk penyalurannya, itu kita serahkan kepada pemerintah setempat, pemerintah daerah bekerja sama nanti dengan organisasi-organisasi internasional," ujar Eka.

Baca Juga:
Jokowi: Saya Juga Dulu Anaknya Orang Engga Punya
Jokowi: Ini Kegiatan Apa Sih? Hasilnya Tidak Jelas

Disebut Pencitraan

Sebelumnya, Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, mengatakan, bantuan yang dikirimkan oleh pemerintah Indonesia ke Rohingya tersebut hanya bentuk pencitraan semata.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat berorasi dalam Aksi Bela Rohingya 169 di depan Patung Kuda, Jakarta Pusat. sebelum memberikan bantuan ke luar negeri, Indonesia, menurutnya harus kuat terlebih dahulu di dalam.

"Tapi kita memperkuat diri supaya orang denger kita bicara. Terus terang saja, negara kita sedang dalam keadaan tidak punya utang karena kita utang terus, kita pinjam untuk biaya, kita pinjam uang," ujar Prabowo.

Prabowo kemudian berbicara soal bantuan yang diberikan Indonesia kepada pengungsi Rohingya. Dia hanya menyebut bantuan tersebut adalah bentuk pencitraan.

"Percaya sama saya, kalau kita kuat, kaum Rohingya kita bantu. Kalaupun kita sekarang kirim bantuan, menurut saya, itu pencitraan. Kirim bantuan pun tak sampai kadang-kadang," kata Prabowo.

"Jadi saudara-saudara, di sini saya harus kasih tahu supaya tidak emosional. Kita harus tunjukkan Islam yang tenang, Islam yang melindungi semuanya," imbuhnya.