Rabu, 20 September 2017

TRUMP: JIKA TERPAKSA, AS AKAN HANCURKAN KOREA UTARA SECARA TOTAL


OKEKIUKIU - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan lantang mengatakan di hadapan sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa Amerika Serikat akan menghancurkan Korea Utara jika terancam.

"Amerika Serikat memiliki kekuatan dan kesabaran yang besar. Namun, jika kami terpaksa melindugi diri atau sekutu, kami tak punya pilihan lain selain benar-benar menghancurkan Korut secara menyeluruh," tegas Trump.

Trump kemudian melontarkan ancaman langsung kepada pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong Un, yang ia sebut sebagai "Pria Rudal".

"Pria Rudal sedang mengikuti misi bunuh diri, baik itu bagi dirinya sendiri dan rezimnya. AS siap, dan dapat (menyerang Korut), tapi saya harap ini tidak akan terjadi," kata Trump.

Hubungan kedua negara kian panas sejak awal tahun ini, ketika Kim menyampaikan pidato Tahun Baru dengan menyiratkan bahwa negaranya akan terus mengembangkan program rudal balistik antarbenua hingga dapat mencapai wilayah AS.

Baca Juga:
Untuk Kedua Kalinya Gempa Dahsyat Hantam Meksiko
Ledakan Bom di Kereta Bawah Tanah: Teror Keempat di London

Setelah sejumlah uji coba rudal, Korut pun menyatakan siap menyerang Guam, wilayah AS di Pasifik, melalui jalur yang melewati Jepang. Kekhawatiran memuncak ketika Korut berhasil melakukan dua uji coba rudal yang melintasi langit Jepang.

Sikap Korut ini dianggap sebagai ancaman global terbesar sekarang ini. Meski demikian, sejumlah pengamat menganggap pernyataan Trump justru dapat menambah runyam situasi.

Pidato Trump di hadapan PBB ini memang menuai kontroversi. Dalam pidato berdurasi 42 menit itu, Trump menyerang banyak pihak, terutama Iran. Ia bahkan mengancam akan menghentikan kesepakatan nuklir dengan negara pimpinan Presiden Hassan Rouhani itu.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammed Javad Zarif, pun berkomentar melalui akun Twitter pribadinya," Pidato kebencian Trump seperti pada abad pertengah, bukan PBB pada Abad 21. Tidak layak dibahas. Empati palsu untuk warga Iran tidak bisa membodohi orang."