Sabtu, 14 Oktober 2017

KARANGAN BUNGA KEMBALI BERDATANGAN, AHOK MASIH DI HATI WARGA


OKEKIUKIU - Masa jabatan Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat akan resmi berakhir 15 Oktober 2017. Puluhan karangan bunga sebagai bentuk apresiasi warga DKI atas kepemimpinan Ahok dan Djarot tampak berjejer di depan Balai Kota DKI sejak hari senin (9/10).

Karangan bunga berhiaskan kata-kata terima kasih atas jasa pasangan Basuki-Djarot (Badja) selama memimpin DKI Jakarta berdatangan. Hingga berita ini diturunkan, jumlahnya sudah mencapai 300 papan, dan diperkirakan akan terus bertambah.

Pengiriman bunga tersebut beragam. Baik atas nama pribadi, Pengacara, hingga komunitas masyarakat.

"Terima kasih Ahok Djarot. We will miss you!!!" isi pesan karangan bunga yang dikirim Fredy, Yakun, Liana dan Fuk.

Ada juga yang menulis pesan panjang sampai memenuhi semua papan di karangan bunga. Pesan itu dari warga DKI Jakarta bernama Idris.

"Ali Sadikin, Gubernur DKI 1966 s/d 1977, gubernur baik. 35 tahun kemudian (2012) muncul gubernur baik, Jokowi-Ahok. Setelah era Jokowi-Ahok-Djarot, 35 tahun yang akan datang belum tentu akan muncul gubernur baik lagi. Cry4JKT".
Baca Juga:
Gubernur Djarot Resmikan Pasukan Pink, Apa Tugasnya?
Djarot, Di Antara Peresmian Proyek Warisan Jokowi-Ahok

Salah satu karangan unik yang menggelitik berasal dari Maria Keluarga dan Jenny Keluarga, yang terlihat di Balai Kota siang tadi.

Karangan bunga tersebut terlihat sangat minimalis, yang ditonjolkan adalah wajah Ahok dan Djarot yang berada di kedua sisi karangan, serta tulisan yang dituangkan.

"Bagaikan kue tanpa pengembang, tanpa BADJA, Jakarta jadi Bantet, Terima kasih, Kau selalu di hati."

Merespons perhatian masyarakat itu, Tim Ahok pun memposting ucapan terima kasih atas dukungan dan perhatian melalui akun Instagram @basukibtp.

"Terima kasih atas kiriman bunga untuk yang kedua kalinya. Terima kasih atas perhatian dan dukungannya kepada Pak Djarot dan saya selama menjabat di Pemprov DKI Jakarta. Terima kaish atas dukungan kepada saya dan keluarga yang tidak pernah berhenti. Tuhan memberkati.

Adapun Djarot pun, ketika ditemu di Balai Kota, berterima kasih dan menunjukkan kebahagiannya.

"Terima kasih atas segala bentuk apresiasinya, saya terima kasih selama ini dapat support betul dari mereka. Saya lihat bagus juga," ujar Djarot.

Terlepas dari itu, Djarot mengakui masih banyak yang perlu dibenahi. Secara tak langsung, ia meminta kepada penerusnya, yakni Anies Baswedan-Sandiaga Uno, untuk menyempurnakan jalannya pemerintahan di DKI Jakarta.

"Tentu saja dalam masa pemerintahan kami, Pak Jokowi, Pak Ahok, dan saya, masih banyak kekurangan. Tentu kekurangan harus diperbaiki di masa yang akan datang," lanjut Djarot.

Diketahui, kiriman karangan bunga yang lebih banyak sudah pernah diterima di Balai Kota DKI Jakarta, pada April 2017 lalu. Yakni, ketika ribuan karangan bunga memenuhi kompleks hingga halaman depan Balai Kota. Ketika itu, Ahok harus lengser akibat terjerat kasus penistaan agama.

Saking banyaknya, Ahok, yang saat itu masih menjadi Gubernur DKI, bahkan kewalahan membaca pesannya satu per satu, sehingga meminta anak buahnya untuk memotretnya dan mengunggahnya di Facebook.

"Biar saya lihatnya gampang," ujar Ahok saat itu.

Warga pun membanjiri Balai Kota untuk sekedar berfoto bersama Ahok dan menyampaikan curhatannya tentang permasalahan di DKI.

Sebulan kemudian, Ahok divonis dua tahun penjara. Posisi Gubernur yang kosong sempat diisi oleh Plt Gubernur DKI Sumarsono. Djarot pun diangkat sebagai gubernur definitif untuk masa jabatan 15 Juni 2017 hingga 15 Oktober 2017.

Kasus Ahok ini sempat memicu demonstrasi besar bernama Aksi 212 yang digagas oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatma MUI (GNPF MUI), pada 21 Februari lalu. Salah satu tuntutannya, penjarakan Ahok.