Senin, 01 Januari 2018

KIM JONG UN PERINTAHKAN KORUT PRODUKSI MASSAL SENJATA NUKLIR


OKEKIUKIU - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un, meminta agar negaranya bisa lebih masif lagi dalam mengembangkan senjata nuklir. Bandar Sakong

Dalam pidato Tahun Baru, Kim mengatakan jika dirinya menghendaki Korut untuk memproduksi nuklir secara masal.

"Kita harus memproduksi hulu ledak nuklir secara massal, sama seperti rudal balistik, dan mempercepat penempatannya," ujar Kim.

Kim melanjutkan, nuklir yang selama ini dikembangkan Korut bukan sebatas gertakan saja. Dirinya mengancam bakal meluncurkannya jika saja kedaulatan mereka diusik oleh pihak luar.

"Tombol peluncurannya selalu ada di bawah meja saja," tegasnya.

Ucapannya tersebut merujuk kepada latihan gabungan yang dilakukan AS dan tetangg Korut, Korea Selata (Korsel) secara besar-besaran mulai 4-8 Desember 2017.

Saat itu, AS dan Korsel mengerahkan 230 jet tempur dalam latihan yang diberi sandi "Vigilant Ace" tersebut.

Sepanjang 2017, tercatat Korut dua kali melakukan uji coba senjata skala besar. Pertama adalah bom hidrogen, atau yang dikenal dengan termonuklir 3 September.

Kemudian 29 November, negara komunis itu meluncurkan rudal balistik antar-benur (ICBM) jarak jauh, Hwasong-15. Rudal tersebut diklaim bisa menjangkau seluruh daratan di Amerika Serikat (AS).

Ajak Korsel Berdialog

Dalam pidatonya tersebut, Kim Jong Un juga menegaskan siap membuka pintu dialog dan meningkatkan relasi dengan Korsel terkait usaha mereka melakukan reunifikasi.

"Masing-masing harus menurunkan ketegangan di kalangan militer demi tercapainya kedamaian di Semenanjung Korea," ujar Kim.

Sebagai bentuk keseriusan ucapannya, Kim siap mengirimkan delegasi untuk mengikuti Olimpiade Musim Dingin di Pyengchang 9-25 Febuari 2018.

"Saya sendiri berharap perhelatan olimpiade berjalan dengan sukses," tukas Kim.

Tawaran dialog Kim mendapat tanggapan dari kantor kepresidenan Korsel.

"Jika perhelatan olimpiade musim dingin berjalan sukses, hal ini tidak hanya berdampak pada perdamaian di Semenanjung Korea, namun juga dunia," demikian keterangan Gedung Biru, julukan kantor presiden Korsel.

Berita Lainnya:

http://okeokeqq.blogspot.com/2017/12/kerja-sama-rusia-as-berhasil-gagalkan-teror-di-rusia-okekiu.html
Kerja Sama Rusia-AS Berhasil Gagalkan Teror di Rusia
https://okekiuq.blogspot.com/2017/12/donald-trump-akan-jadi-nama-stasiun-kereta-di-yerusalem-okekiu.html
Donald Trump Akan Jadi Nama Stasiun Kereta di Yerusalem