Sabtu, 03 Februari 2018

ASTAGA! AYAH PEMBUNUH DUA PUTRI KANDUNGNYA DISUNTIK MATI


OKEKIUKIU - Seorang pria asal Amerika Serikat menjalani eksekusi hukuman mati setelah membunuh kedua putrinya yang masih kecil. Bandar Sakong

Pria bernama John Battaglia (62) menembak mati anaknya, Faith (9), dan Liberty (6), pada Mei 2001 silam. Hal tersebut ia lakukan karena ingin membalaskan dendam kepada mantan istrinya, Mary Jean Pearle, lantaran Jean sebelumnya pernah menjebloskan dirinya ke penjara karena kasus kekerasan dalam rumah tangga.

Dan pada kamis malam (1/2/2018),  mantan akuntan itu menjalani eksekusi hukuman mati setelah upaya terakhir untuk mendapatkan pengurangan hukuman ditolak Mahkamah Agung AS.

Di saat-saat menentukan itu, Marry Jeane menyaksikan proses eksekusi terhadap mantan suaminya itu.

Saat diminta menyampaikan pernyataan terakhirnya, Battaglia hanya tersenyum sambil memandang mantan istrinya yang berada di balik kaca. Capsa Susun

"Hai Mary Jean, sampai berjumpa lagi," kata Battaglia seperti disampaikan media setempat dan petugas penjara.

Battaglia kemudian mengatakan agar eksekusi segera dimulai dan menutup matanya. Namun, beberapa saat kemudian dia membuka matanya.

"Saya masih hidup? ujar Battaglia. Namun sesaat kemudian Battaglia menghela napas dan berkata, "Saya merasakannya."

Battaglia, mantan anggota marinir, dinyatakan meninggal 22 menit setelah menerima suntikan mati. Dia adalah terpidana mati ketiga yang dieksekusi di AS sepanjang tahun ini.
Kisah Awal Pembunuhan

Pada tanggal 2 Mei 2001, Jean meninggalkan kedua anak perempuannya bersama Battaglia untuk makan malam dalam sebuah kunjungan rutin terjadwal. Namun, Battaglia malah membawa mereka ke apartemennya.

Kemudian, dia mengirimkan pesan singkat kepada Mary Jean bahwa salah satu anak mereka ingin menelepon ibunya.

Jean kemudian menelepon ke rumah Battaglia yang kemudian menggunakan pengeras suara untuk berbicara.

Selama panggilan telepon, Battaglia meminta Faith untuk bertanya pada ibunya: "Ibu, apakah ibu ingin agar ayah kembali ke penjara?" tanya Faith.

Beberapa saat kemudian anak kecil itu berteriak penuh ketakutan: "Jangan ayah, tolong jangan lakukan itu." Faith ditembak tiga kali dan adiknya Liberty lima kali.

Mary Jeane yang tak berdaya hanya bisa berteriak menyuruh kedua putrinya untuk lari sebelum mendengar suara tembakan dan teriakan suaminya.

Setelah menembak anaknya, Battaglia mengatakan kepada Jean, "Selamat hari natal", sehubungan dengan serangan Natal 1999 yang dilakukan Jean kepadanya.

Battaglia kemudian dengan santai pergi ke tukang pembuat tato dan membuat dua tato mawar di lengannya, dan di tempat pembuat tato itulah polisi kemudian menangkap Battaglia.

Berita Lainnya:

http://okekiuq.blogspot.com/2018/01/okekiukiu-korea-utara-serukan-bersatu-dengan-korea-selatan.html
Korea Utara Serukan Bersatur Dengan Korea Selatan
http://okeokeqq.blogspot.com/2018/01/okekiukiu-donald-trump-akui-gemar-bermain-twitter.html
Donald Trump Akui Gemar Bermain Twitter