Rabu, 28 Februari 2018

Pengajuan PK Ahok Berkaitan Dengan Pilpres 2019?

OKEKIU - Upaya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas kasus penistaan agama yang menjerat dirinya menimbulkan beragam reaksi. Capsa Susun

Berbagai pihak menilai jika Ahok bisa menjadi calon presiden atau cawapres pada Pilpres tahun 2019 jika PK yang diajukan dikabulkan oleh hakim.

Sidang PK sendiri telah digelar Senin lalu (26/2), dan akan dikaji kelengkapannya oleh majelis hakim sebelum diajukan ke Mahkamah Agung (MA).

Kuasa hukum Ahok, Josefina Agatha Syukur, membeberkan dua alasan pengajuan PK. Antara lain, putusan perkara Buni Yani serta dugaan kekhilafan hakim dalam memutus perkara Ahok, Mei 2017 lalu.

Menurut dia, hampir seluruh pertimbangan hakim dijadikan alasan untuk pengajuan PK ini. Contohnya, keterangan dari ahli pihak Ahok yang tidak masuk dalam pertimbangan majelis hakim memutus perkara.

"Itu salah satu alasan kekeliruan yang nyata," kata Josefina.

Demonstrasi Dua Kubu Massa

Sidang PK Ahok di PN Jakarta Utara diwarnai unjuk rasa dari dua kubu. Baik dari massa yang pro maupun kontra tampak memadati gedung persidangan.

Puluhan pendukung Ahok mengenakan kaus hitam merah bertuliskan, "Komunitas bangsa bersatu". Ada juga yang menggunakan kemeja kotak-kotak merah-biru-putih.

Sementara, massa kontra Ahok mengenakan baju serba putih. Mereka meneriakkan tuntutan dan membawa sejumlah poster bernada penolakan atas PK Ahok.

Berkaitan dengan Pilpres 2019?

Di sisi lain, nama Ahok tetap masuk bursa calon presiden 2019 walaupun tengah menjalani hukuman di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Masih tingginya popularitas Ahok sejalan dengan hasil survei terbaru Indo Barometer. Berdasarkan survei Dinamika Pilpres 2019, Jokowi unggul dengan angka 48,8 persen sebagai calon presiden. Sedangkan Prabowo berada di angka 22,3 persen.

Yang menarik, nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berada di posisi ketiga (2,9 persen), di atas nama Gatot Nurmantyo (2,7 persen), Anies Baswedan (2,5 persen), dan Agus Harimurti Yudhoyono (2,5 persen). Nama-nama itu muncul berdasarkan pertanyaan terbuka seandainya pilpres diselenggarakan saat ini.

Survei dilaksanakan pada 23-30 Januari 2018 di 34 provinsi. Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden dengan margin of error sebesar 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Metode penarikan sampel adalah multistage random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.