Jumat, 11 Mei 2018

Ditegur Dosen Karena Celana Pendek, Mahasiswi ini Nekat Buka Baju

OKEKIU - Seorang mahasiswi menjadi viral di dunia maya lantaran melucuti pakaiannya saat tengah melakukan presentasi di depan kelas. Domino QQ

Mahasiswi bernama Letitia Chai (18), melepaskan baju dan celananya selama presentasi tesis dalam upaya untuk melawan 'penilaian yang menindas'.

Peristiwa tersebut terjadi setelah dosen atau profesornya diduga mengkritik ukuran celana pendek yang dipakai mahasiswanya tersebut.

Saat itu juga, mahasiswi senior di Cornell University, New York, tersebut melepas pakaian dan celana pendeknya di depan profesor dan teman-temannya pada hari Sabtu selama presentasi skripsinya.

Chai mengklaim bahwa ia melakukan tindakan itu sebagai protes terhadap komentar Profesor Rebekah Maggor yang mengomentari celana pendeknya karena dinilai terlalu minim.
Ia kemudian menceritakan kronologi kejadiannya di Facebook pribadinya.

"Hal pertama yang dikatakan profesor itu kepada saya adalah: Apakah kamu serius memakai celana itu? Celanamu terlalu pendek," tulis Chai.

"Profesor mulai memberi tahu saya, di depan seluruh kelas saya, bahwa saya mengundang tatapan laki-laki, membuat mereka tidak fokus dengan isi presentasi saya," lanjutnya.

Chai mengungkapkan jika sang profesor membuat pernyataan buruk melalui pakaian yang ia kenakan. Padahal, Chai merasa jika pakaiannya tersebut mempertegas prinsip feminisme dalam hidupnya.

"Saya mengatakan kepadanya bahwa saya yakin tidak akan mengubah pernyataan saya untuk membuatnya atau orang lain merasa lebih nyaman," tulisnya.

Tak perlu menunggu lama, unggahan Chai tersebut langsung viral di Facebook dan menuai banyak pro dan kontra dari netizen.

Setelah unggahan tersebut tersebar di dunia maya, sang profesor Rebekah Maggor mengatakan jika dirinya tidak memaksa muridnya untuk memakai pakaian yang ia mau.

"Saya tidak memberi tahu murid-murid saya apa yang harus dikenakan, juga tidak saya menjelaskan mengenai pakaian yang tepat untuk mereka pakai," ujar Maggor.

"Saya meminta mereka untuk merenung sendiri dan membuat keputusan sendiri," lanjut Maggor.

Teman-teman Chai mengatakan bahwa komentar Maggor memiliki 'kesalahan dalam mengutarakan' poinnya. Mereka menyoroti 'pentingnya profesionalisme ketika berbicara di depan umum.'

Mereka juga mengatakan bahwa profesor itu meminta maaf berulang kali untuk komentarnya dan mengakui bahwa 'penilaiannya' pada celana pendek wanita itu mengandung banyak muatan budaya dan politik.
Sementara itu, netizen memberikan komentar beragam tentang unggahan Chai.

Beberapa netizen memuji Chai atas keputusannya untuk melepaskan pakaiannya. Namun, warganet yang lain melihatnya sebagai sifat 'kekanak-kanakan'.

"Benar-benar payah, kekanak-kanakan, dan egois. Tidak ada yang perlu melihat tubuhnya," tulis netizen.

"Ini adalah kemerosotan budaya. Ini adalah taktik yang sering digunakan untuk mencari perhatian."

Di sisi lain, masih ada netizen yang mencoba membela Chai:

"Saya setuju dengan pendapat wanita ini. Kita semua manusia. Kita semua setara. Jika proses berpikir orang-orang masih seperti ini, mereka tidak akan maju."