UA-108076337-2 OKEKIU POKER ONLINE TERPERCAYA: SATU KELUARGA DIUSIR DARI PESAWAT DELTA AIRLINES

Jumat, 05 Mei 2017

SATU KELUARGA DIUSIR DARI PESAWAT DELTA AIRLINES


OKEKIUKIU - Masalah pengusiran penumpang dari dalam kabin sebuah maskapi penerbangan kembali terjadi di Amerika Serikat. Kali ini terjadi di maskapi Delta Airlines yang diklaim oleh sepasang suami istri beberapa waktu lalu.

Pihak maskapai AS itu pun menyampaikan permohonan maaf pada keluarga tersebut serta menawarkan konpensasi dan mengembalikan uang tiket.

"Tujuan maskapai Delta adalah selalu bekerja sama bersama para pelanggan untuk mencari solusi bagi persoalan perjalanan mereka. Hal itu tidak terjadi dalam kasus ini dan kami meminta maaf," demikian pernyataan Delta Airlines.

Kisahnya berawal ketika Brian Schear dan istrinya, Brittany beserta dua anak mereka Grayson (2) dan adiknya (1) akan terbang dari Hawaii menuju Los Angeles dengan penerbangan nomor 2222.

Saat pesawat hendak tinggal landas, staf Delta mendatangi Brian diminta mengosongkan kursi yang ditempati anaknya. Lalu staf itu mengancam, jika Brian tak bersedia menyerahkan kursi itu maka dia terancam hukuman penjara.

Insiden itu terekam kamera yang kemudian diunggah ke Youtube. Video itu memperlihatkan Brian sedang berdebat dengan staf Delta sebelum dia dan keluarganya diusir dari dalam kabin penumpang.

Dalam video itu terlihat Brian memprotes perintah staf untuk mengosongkan kursi yang ditempati anaknya, padahal dia sudah memesan dan membayar kursi tersebut.

"Anda minta saya memberikan kursi itu kepada orang lain meski saya sudah membayarnya? Itu tak benar," kata Brian seperti terekam dalam video.


BACA: Presiden AS Mengaku Ingin Bertemu Kim Jong Un

Keluhan Brian itu kemudian ditanggapi seorang staf perempuan Delta Airlines.

"Karena anak anda baru berusia dua tahun, dia tak bisa duduk sendiri, dia harus dipangku sepanjang perjalanan." ujar staf itu.

Akhirnya, Brian menuruti perintah staf maskapai itu untuk memangku putranya Grayson. Namun kemudian staf maskapai meminta Brian dan keluarganya turun dari pesawat.

Staf maskapai menuduh Brian berbohong dengan tujuan anaknya bisa duduk sendiri. Para staf itu bahkan mengancam akan memenjarakan Brian dan istrinya.

"Anda harus mengosongkan kursi atau dipenjara, istri anda juga akan dipenjara bersama anak-anak anda". ujar staf tersebut.

Brian mengatakan, awalnya dia membeli kursi itu untuk anaknya yang berusia 18 tahun, Mason. Namun, kemudian Mason terbang lebih dulu ke Los Angeles agar adiknya Grayson bisa duduk sendiri di kursi.

Staf Delta Airlines mengatakan kepada Brian mereka membutuhkan kursi itu karena penerbangan itu "overbooked".

Sehingga, karena kursi yang dipesan dengan nama Mason, kosong, maka kursi tersebut akan diberikan kepada penumpang lain.

Setelah diturunkan dari pesawat, Brian kalang kabut mencari hotel dan harus merogoh kocek sebesar 2.000 dollar atau sekitar Rp 26 juta untuk terbang di hari berikutnya.

"Mereka menjual tiket berlebihan dan meminta kami menyerahkan kursi yang sudah kami bayar untuk anak sulung kami yang kemudian digunakan adiknya," ujar Brian setelah menggugah video insiden itu ke dunia maya.

"Akhirnya kami diusir, dan kursi kami diberikan kepada orang lain yang membeli tiket tetapi tak mendapatkan kursi. Mereka terlalu banyak menjual tiket," lanjutnya.

"Kapan hal semacam ini akan berhenti? Waktu itu tengah malam di Maui dan kami harus mendaptkan hotel dan membeli tiket baru untuk penerbangan keesokan harinya," tutup Brian.