UA-108076337-2 OKEKIU POKER ONLINE TERPERCAYA: INI ALASAN KENAPA ANAK MUDA JEPANG TIDAK INGIN 'ML'

Kamis, 13 Juli 2017

INI ALASAN KENAPA ANAK MUDA JEPANG TIDAK INGIN 'ML'


OKEKIUKIU - Sebuah survei pemerintah Jepang yang dilakukan kepada generasi milenial mengenai perilaku seksual menunjukkan hasil yang cukup mengejutkan. Masyarakat Jepang yang dikenal sebagai penghasil film panas, ternyata tak cukup menggemari aktivitas di ranjang.

Survei pemerintah Jepang menunjukan hasil bahwa 42 persen pria dan 44,2 persen wanita lajang yang berusia antara 18 hingga 34 tahun belum pernah berhubungan seks. Sementara itu 64 persen di kelompok umur yang sama, sedang tidak menjalin sebuah hubungan spesial.

Ternyata ada beberapa penyebab yang membuat masyarakat Jepang memilih tak melakukan hubungan seksual.

Salah satu alasan penurunan angka kencan dan seks di kalangan generasi muda Jepang adalah kenyataan bahwa pria dan wanita di negeri tersebut memiliki pandangan yang berbeda terkait masa depan.

Seorang pria Jepang bernama Ano Matsui, memberikan alasan mengapa sebuah hubungan spesial bukan menjadi salah satu tujuannya saat ini. Pria berusia 26 tahun itu, pernah ditolak oleh seorang wanita. Ia mengatakan, laki-laki sepertinya menganggap perempuan sebagai sosok yang 'menakutkan'. Ia juga lebih memilih menghabiskan waktunya untuk menjalankan hobinya seperti menonton anime.

"Aku membenci diriku, tapi aku tak bisa melakukan apa pun untuk itu," ujar Matsui.

BACA: Mahasiswi Asal China Ini Terlilit Utang Karena Beli iPhone

Sementara itu seorang perempuan berusia 24 tahun, Anna, mengaku senang dengan status lajangnya sekarang. Ia meyakini bahwa memiliki kekasih justru akan membatasi kebebasannya.

"Ketika aku kuliah, aku mendapatkan kebebasan dari orangtuaku. Akhirnya aku dapat begadang dan minum-minum dengan teman-teman," ujar Anna.

"Seorang kekasih hanya akan membatasi kebebasanku. Aku tak menginginkan itu," kata Anna yang menambahkan bahwa dirinya lebih memilih tidur dan makan di banding berhubungan seks.

Sebagian besar wanita yang diwawancara menyatakan, mereka semakin menganggap bahwa karir lebih penting dibandingkan dengan hubungan romantis. Wanita Jepang juga enggan melepaskan pekerjaan mereka yang telah menghidupi dan menghabiskan waktu mereka.

Sudah menjadi hal umum jika perusahaan akan melepaskan karyawan wanita mereka setelah mereka menikah karena dalam waktu dekat akan segera hamil dan mengundurkan diri. Pernyataan itu juga terbukti dari sebuah laporan BBC yang mengatakan bahwa 70 persen wanita Jepang memang mengundurkan diri dari pekerjaan setelah melahirkan anak pertamanya.

Sementara itu seorang profesor diplomasi publik dari Kyoto University of Foreign Studies, Nancy Snow, mengatakan bahwa perubahan norma sosial dan ekonomi berkontribusi pada menurunnya hubungan antara pria dengan wanita.

"Beberapa identitas personal pria terikat dengan gaji, dan mereka merasa terancam dengan wanita yang berkuasa atas dirinya sendiri,"ujar Snow.

Snow menjelaskan bahwa berkurangnya pendapatan membuat pria di Jepang merasa kurang percaya diri dalam menarik perhatian wanita, di mana kaum hawa di negara tersebut banyak yang telah sukses dan memproleh pendapatan sendiri serta memprioritaskan dirinya.